Bumi Indonesia tumpah ruah digetarkan oleh banyak bencana. Alam tak kuasa menahan sabar, dia porak porandakan tanah merah putih. Dalam Oktober ini 3 bencana bencana besar tlah terjadi, Wasior mengawali 3 rangkaian bencana tersebut, yang kedua disusul oleh Mentawai,yang harus porak poranda oleh gempa berkekuatan 7,2 skala Richter yang menimbulkan tsunami. Dan yang terakhir adalah amukan Sang Merapi, yang mengguncang Jawa Tengah dan DIY.
Tak sedikit orang yang harus menderita karna bencana ini, mungkin kita yang tidak terkena imbas secara langsung bisa saja hanya santai dan tetap tertawa saat ini, hanya melihat berita tentang laporan terkini menjadi kegemaran kita, padahal sesama kita di sana mungkin sudah tak tahu lagi dan tak ingat lagi bagaimana cara tertawa.
Sedikit banyak memang kita harus juga introspeksi diri, bencana bukan saja memang karna letak Indonesia yang katanya rawan bencana, tapi bencana juga dikatakan adalah sebuah hukuman karna Tuhan tlah kehilangan kesabaran pada kita.
Jadi marilah sebenarnya kita introspeksi diri, apakah kita sebenarnya tlah menuruti apa yang Tuhan mau??
ingatkah kita akan Dia? Masih takutkah kita akan Dosa?
atau kita sudah terlalu sok dan sombong, sehingga kita sudah tak tahu lagi siapa Tuhan? Tak takut lagi apa itu Dosa? Dan tlah hidup bebas tanpa moral?
bukan saya yang harus menilainya,tapi cukup anda pikirkan dan renungkan, tidak hanya dengan pikiran, tapi sertailah hati anda masing-masing.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar